Honda GL100, Keluar Pakem

Posted: July 21, 2011 in modifikasi motor klasik, Trend Modif

Mencoba sesuatu yang berbeda Lihat konsep ubahannya memang sedikit nyeleneh alias ngawur atau asal. Itu karena konsepnya gabungan beberapa aliran modifikasi dimasukkan ke roh standar Honda GL100 1982. Tungangan ini milik Victor Suryadi yang digarap Donny alias Batax pungawa bengkel Hantu Laut dari kawasan Jl. H. Nawi, Gg. H. Jeni, No. 78, Jakarta Selatan. Coba perhatikan. Tampang depan Honda GL100 didongkrak dengan menarapkan visor atau windshield ala café race, namun di bagian tengah berubah konsep lagi. Bagi Donny, inilah seni dalam bermain konsep ‘no rules’. “Ingin mencoba sesuatu yang berbeda, makanya berpikir keluar dari pakem alias out of the box,” tegas Donny Batax. Victor si pemilik tunggangan yang kebetulan gemar naik moge pun berpikir sama. Pria yang pernah tugas di Amrik juga pengin konsep berbeda. Karena itu, ia mempercayakan Donny menggarap motornya dengan konsep tidak ada aturan, seperti biasa dilakukan builder asal Jakarta ini.

Tangki ala Hantu Laut
Namun bila menganggap modifikasi yang dilakukan Donny Batax terkesan asal, silakan tepis angapan itu jauh-jauh. Karena menurut Donny Batax, semua yang pernah dikerjakannya justru butuh konsentrasi tinggi dan keseriusan. Bagaimana tidak, menggabungkan beberapa konsep modifikasi agar hasil akhirya bisa wah bukan perkara gampang. Makanya Donny mesti putar otak untuk menawarkan setiap konsep kepada kliennya..

Contohnya tampang depan GL100 yang bergaya cafe racer, diteruskan ke belakang yang adopsi singlefighter dengan rangka terpotong. Hasil potongan rangka tadi dimanfaatkan untuk meyelipkan sein. Sedang tangki digarap ala ciri khas Hantu Laut yaitu memanjang dan kotak.

“Sementara untuk kaki-kaki belakang, tepatnya di lengan ayun, dimensinya sudah diperpanjang sekitar 15 cm. Bukan tanpa maksud, tapi agar dudukannya menjadi lebih mantap. Tarikan motor pun tetap stabil saat dibetot,” mantap Donny.

Gak Lupa Safety
Rombakan ala cafe racer biasanya modifikator suka lupa unsur safety. Padahal untuk menerapkan ke motor minimaslis dapat diakali dengan variasi minimalis. Makanya Donny Batax menghias motor Victor agar tetap cantik, safety dan daily use dengan pasang lampu stop aftermarket di sepatbor belakang.


Unsur safety tampak pada lampu stop aftermarket(Kiri). Lengan ayun molor 15 cm(kanan).
“Modelnya sederhana. Namun saya ingin tetap menegaskan kepribadian motor ini yang konsepnya tidak punya aturan, caranya dengan memberi kesan safety riding karena semua perangkat berkendara tetap diperhatikan. Seperti pasang lampu rem dan sein unik,” lanjut Donny yang punya nomor telepon 0818-18-1078.

Victor pun pasrah dengan hasil garapan akhir yang memang cukup memberikan warna baru. Pemilik motor yang juga biasa naik moge ini coba menghilangkan kebosanannya dengan menunggangi motor modifikasi. Cuma masalahnya, kenapa kaca spion dan sein depan nggak sekalian dipasang ya? (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Stang: Custom
Knalpot: Custom
Sok depan: Honda GL-Pro
Sok belakang: Honda Grand
Lampu depan: Honda CB100
Penulis : Stanly | Teks Editor : Nurfil | Foto : Stanly

Comments
  1. Aiden says:

    Wow! that’s an awesome job!

  2. johny says:

    High Creativity!!!!!! …. i wanted make one also…..!!! thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s